Batang Hari | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari, Jambi, terus bertambah. Hingga 7 September 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 678 hektare.

Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari. Karhutla tercatat terjadi di 174 titik yang tersebar di delapan kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan lahan yang terbakar mayoritas merupakan lahan mineral.

“Lahan yang terbakar rata-rata merupakan lahan mineral,” kata Sholihin di Muara Bulian, Rabu (10/9/2026).

Berdasarkan fungsi kawasannya, kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan konservasi, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, hingga area penggunaan lain (APL).

Dari delapan kecamatan yang terdampak, Kecamatan Muara Bulian menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar paling besar. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 422,49 hektare.

BPBD menyebut karhutla saat ini telah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cuaca kering dan kondisi lahan yang mudah terbakar berpotensi membuat api cepat meluas.

Sholihin mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Langkah cepat diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

BPBD Batang Hari mengajak masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.

Masyarakat yang menemukan titik api diimbau segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.